COVID-19

Cara merawat kesehatan mental orang tua, di karantina

Cara merawat kesehatan mental orang tua, di karantina



We are searching data for your request:

Forums and discussions:
Manuals and reference books:
Data from registers:
Wait the end of the search in all databases.
Upon completion, a link will appear to access the found materials.

Orang tua bisa menjadi depresi dan cemas. Dalam masa isolasi ini, sangatlah penting untuk memiliki teman, bahkan dari kejauhan, dan kegiatan rutin.

Selama karantina, ada beberapa video online tentang lansia yang "melarikan diri" dari rumah mereka. Meski adegan itu lucu, ada peringatan di sana. Para lansia bisa benar-benar tertekan dan cemas ketika mereka merasa seperti terjebak di dalam rumah, sendirian dan tidak ada yang bisa dilakukan.

Perasaan ini memengaruhi orang-orang dari segala usia di karantina, tetapi perawatan khusus harus diberikan kepada para lansia. Karena usia tua, banyak yang sudah menderita penyakit kronis, dan masalah ini dapat bertambah parah jika para lansia tidak dirawat dengan baik.

Bagaimana cara menjaga kesehatan mental lansia di karantina.

Justru karena isu penyakit kronis, lansia juga termasuk dalam kelompok risiko Covid-19. Oleh karena itu, disarankan agar mereka tetap terisolasi di rumah. Faktor ini semakin memaksa mereka menjadi kesepian dan bosan.

Oleh karena itu, penting bagi orang yang tinggal bersama lansia untuk membantu mereka mengalihkan perhatian mereka di rumah dengan beberapa cara. Ini adalah teknik menjaga kesehatan mental lansia di karantina. Berikut adalah beberapa tip tentang apa yang sebaiknya dilakukan bersama.

1. Ceritakan dan dengarkan cerita

Para lansia pada umumnya suka menceritakan kisah-kisah masa lalu mereka. Tawarkan percakapan yang baik kepada para penatua, mulailah mengajukan pertanyaan, dan ingat peristiwa menyenangkan di masa lalu sehingga mereka dapat mulai menceritakan kisah mereka.

Ceritakan juga tentang beberapa hal yang terjadi pada Anda dan mintalah nasihat. Obrolan ini akan membantu para lansia untuk teralihkan, mereka akan lebih mengenal satu sama lain dan juga akan membantu menjaga ingatan mereka lebih aktif.

2. Usulkan permainan papan

Para lansia yang tertarik dengan teknologi, masih menyukai permainan papan dan papan. Ini juga merupakan gangguan yang bagus. Carilah catur, catur, ludo, kartu, domino, dan banyak lagi, tergantung pada apa yang paling disukai orang tersebut. Ini akan menghasilkan beberapa jam kesenangan, selain berkontribusi pada konsentrasi para lansia.

3. Menonton film dan acara.

Orang tua sangat menyukai televisi, dan hari ini Anda dapat dengan mudah menemukan film-film lama untuk diunduh. Tanyakan kepada para penatua apakah ada film yang ingin mereka ulas, atau sarankan film baru untuk mereka tonton.


4. Jika Anda jauh, tetaplah berhubungan

Jika orang yang lebih tua tinggal sendirian dan Anda tidak bisa bersama mereka, manfaatkan teknologi. Kirim pesan, lakukan beberapa panggilan video, karena kontak ini penting agar lansia tidak merasa sendirian dan ditinggalkan. Ketika Anda tidak punya banyak pekerjaan, satu jam dalam sehari terasa seperti lima.

5. Mendorong aktivitas fisik

Jika Anda berada di rumah bersama lansia, doronglah mereka untuk melakukan aktivitas fisik ringan, sesuai dengan keterbatasan mereka, seperti menari di dalam ruangan dan melakukan senam. Jika Anda tinggal di rumah, berjalan-jalan di taman juga sangat bagus.

6. Aktivitas ekstra sebagai hobi

Memasak, menjahit, membuat kerajinan tangan, pertukangan, memainkan alat musik… Apa yang suka dilakukan lansia di waktu luang mereka dan tidak berbuat lebih banyak? Mungkin inilah saatnya untuk menghidupkan kembali minat Anda pada hobi yang sudah berhenti Anda lakukan.

7. Atur rutinitas

Sangat penting jika lansia tidak memiliki kebiasaan ini, mereka dibantu untuk membuat rutinitas dengan jadwal bangun, mandi, makan dan melakukan aktivitas tambahan. Rutinitas membantu kepala Anda tetap teratur dan tenang, serta membuat hari Anda lebih cepat dan lebih bermanfaat.

8. Hargai keinginan dan kebutuhan

Selama melakukan semua aktivitas dan tugas ini, berhati-hatilah untuk tidak memperlakukan orang yang lebih tua seperti anak kecil. Anda perlu merasa dihormati, untuk dapat memberikan pendapat Anda dan berbicara tentang keputusan yang sedang dibuat. Jika tidak, harga diri Anda akan terganggu, sehingga kesehatan mental Anda tidak akan baik.

Biarkan dia melakukan semua yang dia bisa lakukan untuk dirinya sendiri, jika keterbatasannya memungkinkan, tetapi selalu ada untuk membantu Anda dengan apa pun yang Anda butuhkan dan menjadi teman yang baik.

Oleh Priscilla Riscarolli. Artikel dalam bahasa Portugis


Video: Sesi Qu0026A Kesehatan Mental di Masa Pandemi #KartiniBSI (Agustus 2022).